Skip to Content

Category Archives: Lain-lain

RENTAL HIACE BANDUNG

RENTAL HIACE DI BANDUNG

Butuh kendaraan saat liburan akhir tahun ? atau untuk acara menarik lainnya ? Jangan khawatir F-Trans punya solusinya.

Rental Hiace Bandung. F-Trans adalah anak perusahaan yang bergerak di bidang Rental Hiace Pariwisata di bawah naungan PT. Farisa Global Touristama (FGT Group). F-Trans merupakan salah satu perusahaan jasa Rental Hiace Bandung yang sudah di kenal oleh masyarakat, instansi pemerintahan, perguruan tinggi dan perusahaan besar yang membutuhkan jasa Rental Hiace Pariwisata untuk berbagai macam keperluan nya.

Kami merupakan perusahaan Jasa Transportasi terpercaya di Bandung yang memliki identitas jelas dan legalitas lengkap sesuai dengan focus bisnisnya, serta mempunyai staff yang professional dan ahli di bidangnya sehingga kualitas pelayanan kami akan tetap terjaga. Instan dalam melakukan Check harga dan pemesanan melalui website kami karena Sistem Reservasi dan informasi yang kami terapkan menggunakan Teknologi Mutakhir demi kemudahan pemesanan serta penanganan secara cepat, tepat dan akurat.

Penerapan Driver Training secara berkala sehingga menciptakan Driver yang Ramah dan Professional siap melayani anda dengan penuh tanggung jawab, Memiliki Wilayah Operasi sampai 8 Provinsi yaitu: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera, DI Jogjakarta, Bali, Memiliki Koneksi/ Partner Transport yang kuat di kota-kota lain untuk mengantisipasi ketika ada masalah di perjalanan serta penjagaan demi kenyamanan.

Jenis-jenis layanan yang kami tawarkan yang disesuaikan dengan kebutuhan anda adalah:

  1. Sewa unit Harian
  2. Kontrak unit Bulanan
  3. Kontrak unit Tahunan
  4. Sewa / Kontrak unit dengan pembayaran tempo 14-21 hari (khusus korporasi/perusahaan)

Untuk memudahkan dalam booking kami sediakan booking online di website kami <klik disini> atau langsung menghubungi reservasi 24 jam kami di nomor (022) 201-3910 / 081-281-889-889, dan bisa langsung mengunjungi office F-Trans di Jl. Sarimanah no.67 Sarijadi Bandung.

READ MORE

SEWA ELF BANDUNG

SEWA ELF DI BANDUNG

F-Trans adalah anak perusahaan yang bergerak di bidang Sewa Elf Pariwisata di bawah naungan PT. Farisa Global Touristama (FGT Group). F-Trans merupakan salah satu perusahaan jasa Sewa Elf Bandung yang sudah di kenal oleh masyarakat,instansi pemerintahan, perguruan tinggi dan perusahaan besar yang membutuhkan jasa rental elf pariwisata untuk berbagai macam keperluan nya. salah satu keperluan nya di antara lain :

  • Liburan
  • Ziarah
  • Study Tour
  • Pick & Drop
  • Mobilitas Group Band / Artis
  • Mobilitas Event Organizer
  • Keperluan Perusahaan / perkantoran
  • Keperluan Individual / Keluarga
  • Keperluan Instansi Pemerintah
  • Keperluan Group dengan jumlah unit yang lebih banyak / massal
  • ­Dan keperluan kegiatan lainnya.

 

F-TRANS adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa TRANSPORTASI dibawah naungan PT. FARISA GLOBAL TOURISTAMA (FGT Group) yang berdiri pada bulan Pebruari 2015, kami berusaha menerapkan sistem usaha yang terbaik yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan, berbekal pengalaman dan pengetahuan strategi bisnis transportasi kami berkomitment akan mengedepankan pelayanan dengan memberikan kemudahan sistem reservasi dan informasi serta pelayanan yang bermutu dengan cara selalu memberikan unit yang terbaru maksimum umur unit dibawah 4 tahun dengan didukung oleh sopir yang ramah dan professional.

Kami merupakan perusahaan Jasa Transportasi terpercaya di Bandung yang memliki identitas jelas dan legalitas lengkap sesuai dengan focus bisnisnya, serta mempunyai staff yang professional dan ahli di bidangnya sehingga kualitas pelayanan kami akan tetap terjaga.Instan dalam melakukan Check harga dan pemesanan melalui website kami karena Sistem Reservasi dan informasi yang kami terapkan menggunakan Teknologi Mutakhir demi kemudahan pemesanan serta penanganan secara cepat, tepat dan akurat.

Mengelola Armada Lebih dari 50 unit lengkap dari mobil kecil, mikro bus, medium bus, big bus yang berkapasitas 2-59 seat dengan armada terbaik berstandard pariwisata siap memenuhi segala kebutuhan transportasi anda. Kami mampu melayani perusahaan atau instansi yang memerlukan unit bersekala besar dengan unit seragam dan armada terbaru, Harga terjangkau dan dapat menyesuaikan anggaran, sehingga cocok untuk semua kalangan di masyarakat, Demi Brand Image Perusahaan dan demi kepuasan pelanggan maka kami berkomitment Selalu menyajikan unit-unit terbaru dengan maksimum umur unit kurang dari 4 tahun.

Penerapan Driver Training secara berkala sehingga menciptakan Driver yang Ramah dan Professional siap melayani anda dengan penuh tanggung jawab, Memiliki Wilayah Operasi sampai 8 Provinsi yaitu: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera, DI Jogjakarta, Bali, Memiliki Koneksi/ Partner Transport yang kuat di kota-kota lain untuk mengantisipasi ketika ada masalah di perjalanan serta menjaga.

Jenis-jenis layanan yang kami tawarkan yang disesuaikan dengan kebutuhan anda adalah:

  1. Sewa unit Harian
  2. Kontrak unit Bulanan
  3. Kontrak unit Tahunan
  4. Sewa / Kontrak unit dengan pembayaran tempo 14-21 hari (khusus korporasi/perusahaan)

 

F-Trans mempunyai motto ” Terdepan dalam Layanan dan Kemudahan ” dan di dukung oleh unit-unit baru dan driver berpengalaman. untuk memudahkan dalam booking kita sediakan booking online di website kami <klik disini> atau langsung menghubungi reservasi 24 jam kami di nomor (022) 2013-910 / 081-281-889-889, dan bisa langsung mengunjungi office F-Trans di Jl. Sarimanah no.67 Sarijadi Bandung.

 

READ MORE

Situ Buleud Purwakarta

Situ Buleud Purwakarta

hanya sekedar melepas penat dari berbagai aktivitas yang menjemukan, rasanya enggak selalu harus pergi ke tempat wisata. Sobat Djadoel bisa memanfaatkan ruang publik yang ada. Misalnya, pergi jalan-jalan berkeliling kota dengan sepeda atau hanya duduk-duduk sambil ngobrol di taman bersama kerabat. Hal ini juga yang sering dilakukan oleh masyarakat Purwakarta. Banyak di antara mereka yang melepas penat dengan hanya berkeliling di taman kota, salah satunya di Ruang Terbuka Hijau Situ Buleud.

‘Situ Buleud’, mungkin kalimat itu terdengar asing di beberapa telinga Sobat Djadoel yang belum mengetahuinya. Tapi, bagi masyarakat Purwakarta dan sekitarnya, Situ Buleud sudah menjadi salah satu objek wisata andalannya. Situ yang menjadi landmark Kabupaten Purwakarta ini teletak di jantung Kota Purwakarta, tepatnya di Jl. K.K. Singawinata, Kampung Situ, Desa Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta.

Mendengar namanya, mungkin banyak orang bertanya-tanya mengapa danau ini diberi nama ‘Situ Buleud’. Dalam bahasa Sunda ‘Situ’ berarti danau dan ‘Buleud’ berarti bundar, jadi Situ Buleud berarti Danau yang Bundar. Dan memang jika situ ini dilihat dari udara, bentuknya terlihat bundar seperti lapangan bola yang dikelilingi lintasan atletik.

Situ yang ditata secara apik ini sangat cocok jika digunakan sebagai tempat olah raga, karena di sekeliling situ ini sudah dilengkapi dengan jogging track. Jadi, kita bisa berolah raga sambil menikmati pemandangan situ yang sejuk. Di tengah situ yang telah dipagar serta dipenuhi pepohonan rindang ini terdapat bangunan air mancur yang sangat besar. Air mancur tersebut menambah keelokan situ sehingga sangat cocok untuk dijadikan tempat bersantai bersama handai tolan atau keluarga. Kalau yang memiliki hobi fotografi, rasanya wajib mengunjungi situ ini untuk hunting foto.

Jika dilihat dari sejarahnya, dulu situ ini merupakan tempat mandi atau berkubangnya hewan badak. Jadi tak heran jika saat ini ada beberapa patung badak menghiasi danau ini. Kemudian pada masa pemerintahan Belanda, danau ini ditata untuk dijadikan sebagai tempat beristirahat orang-orang Belanda sehabis pulang bekerja. Dan pada saat Ibu Kota Karawang pindah dari Wanayasa ke Sindangkasih, sekitar tahun 1830, situ ini dipercantik oleh R.A. Suriawinata, beliau juga merupakan perintis munculnya daerah Purwakarta.

Dulu, situ seluas 4 ha ini dibuat sebagai tempat penampungan air untuk berbagai keperluan masyarakat disekitarnya. Tapi seiring berkembangnya zaman, situ ini juga berfungsi sebagai tempat wisata bagi keluarga sekaligus sebagai ruang terbuka hijau Kota Purwakarta.

Selain Situ Buleud  memiliki sejarah dan keindahannya yang menarik, situ ini juga terkenal dengan berbagai kisah mistiknya. Menurut cerita warga sekitar, danau ini selalu dijaga oleh sosok yang menyerupai barong dengan kepala naga yang besar. Dan konon katanya di atas danau ini terdapat istana megah yang tak bisa dilihat oleh orang biasa.

Terlepas benar atau tidaknya kisah mistik tersebut, tempat ini bisa dijadikan salah satu tujuan wisata bagi sobat djadoel semua. Selain tempatnya yang engak jauh dari pusat Kota Purwakarta, danau ini juga menawarkan berbagai hal menarik lainnya. Selamat bersantai, Sobat Djadoel.

 

WISATA SITU BULEUD DI PUWAKARTA

Apakah sobat ingin melihat air mancur terbesar di Indonesia? Atau sobat ingin melihat air mancur yang mirip dengan Wing Of Time di Singapura. Jika sobat ingin melihatnya maka sobat wajib mengunjungi Taman Sri Baduga Situ Buleud di Kabupaten Purwakarta, tempat yang diresmikan pada tanggal 27 desember 2014 ini sekarang menjadi ikon baru Purwakarta.

Taman Sri Baduga Situ Buleud terletak di jantung kota Purwakarta, tepatnya di Jl. K.K. Singawinata, Kampung Situ, Desa Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta.

Sejarah Situ Buleud

Situ dalam bahasa Indonesia berarti danau, sedangkan Buleud dalam bahasa Indonesia berarti bulat/bundar. Oleh karena itu kenapa danau ini dinamakan Situ Buleud, karena memang danau ini berbentuk bulat. Asal-usul Situ Buleud berkaitan erat dengan peristiwa perpindahan Ibukota Kabupaten Karawang dari Wanayasa ke Sindangkasih, dan sekitar tahun 1830 situ ini dipercantik oleh R.A. Suriawinata yang merupakan bupati pertama sekaligus pendiri Purwakarta.

 

Pada zaman dahulu Situ Buleud merupakan tempat “pangguyangan” (berkubang) hewan badak yang datang dari daerah Simpeureun dan Cikumpay. Badak-badak itu berkubang mengelilingi danau dan menjadikan danau itu buleud, oleh karena itu patung Badak Putih dibangun di Kawasan ini serta menjadi simbol dari tempat wisata ini.

Menikmati Suasana Situ Buleud

Air Mancur di Taman Sri Baduga dilengkapi dengan unsur light effect dan api di atas air, dengan variasi gerakan yang disesuaikan dengan hentakan irama musik. Jika hentakan cukup cepat, air mancur pun akan menari dengan cepat dan jika alunan musik lambat maka air mancur akan menari dengan gemulai. Jika sobat ingin melihat keindahan air mancur dengan keindahan light effectnya maka sebaiknya sobat berkunjung pada hari sabtu malam pada jam 20.00-22.00 WIB.

Di sekeliling Air Mancur terdapat jogging track serta pohon-pohon yang rindang, suasana asri sangat terasa dikawasan Situ Buleud. Selain menikmati Air Mancur serta suasananya yang asri, sobat juga bisa mengunjungi tempat bersejarah Gedung Kembar dan Karesidenan, alun-alun Kiansantang, dan Mesjid Agung yang terletak tidak jauh dari kawasan ini. Sobat juga bisa menikmati jajanan yang tersedia di area Taman Sri Baduga.

Jika sobat berkunjung ke Purwakarta maka jangan lewatkan untuk berkunjung ke landmarkKabupaten Purwakarta ini. Taman Sri Baduga Situ Buleud bisa sobat jadikan salah satu tujuan wisata sobat diakhir pekan…

READ MORE

Karang Nini Pangandaran

Karang Nini Pangandaran

Secara perlahan matahari mulai beranjak dari tempat terbitnya menjauh ke tengah langit, menerobos gumpalan hitam yang sejak pagi tadi menghalangi keindahannya. Meski tak langsung hilang dari permukaan langit, gumpalan awan hitam mulai menyingkir, mempersilakan sang raja siang menempati singgasananya. Sedikit demi sedikit kecerahan mulai tampak, menghilangkan prediksi akan terjadinya hujan.

Perubahan cuaca ini juga yang kembali membulatkan tekad saya dan tim DUTA RIMBA untuk mengunjungi sebuah obyek wana wisata nan eksotis di selatan Jawa Barat, Karang Nini. Menyebut namanya, setiap orang pasti mafhum jika Karang Nini merupakan sebuah karang di pelataran pantai. Ya, memang begitulah bentuk aslinya, sehingga obyek ini pun dikenal dengan sebutan Pantai Karang Nini.

Namun, Pantai Karang Nini bukanlah obyek wisata biasa. Pantai Karang Nini yang dikelola Perum Perhutani KPH Ciamis ini adalah kawasan perpaduan antara hutan dan pantai. Obyek wana wisata ini memiliki pemandangan yang luar biasa indah dengan hiasan hamparan hutan jati yang luas dan rimba yang masih alami.

Wana wisata Karang Nini sebenarnya terletak pada jalur wisata menuju Objek Wisata Pantai Pangandaran yang merupakan salah satu objek wisata primadona di Jawa Barat. Hanya saja , karena letaknya yang menjorok ke dalam sejauh 2,5 km serta kondisi jalannya yang kurang baik menjadi salah satu penyebab kurangnya tingkat kunjungan ke wana wisata ini.

Dengan letaknya yang berjarak 9 km sebelum Pangandaran, wana wisata Karang Nini dapat ditempuh dari berbagai arah, baik Jawa Barat maupun Jawa Tengah yang dilewati oleh berbagai jenis kendaraan umum seperti bus, mini bus, elf, dan lain sebagainya. Jika ditelusuri, paling tidak ada 4 jalur perjalanan yang dapat ditempuh yakni Garut Tasikmalaya Banjar Ciamis Kalipucang Karang Nini: 170 km; Bandung Tasikmalaya Banjar -Ciamis Kalipucang Karang Nini: 210 km;  Cirebon Kuningan Ciamis Banjar – Kalipucang Karang Nini: 170 km; dan  Cilacap/Purwokerto Kalipucang Karang Nini: 95 km.

Kali ini, tim DUTA RIMBA memilih jalur yang melalui Kota Banjar untuk menuju obyek wana wisata ini. Jalanan yang kami lalui tidak selebar jalan utama Pangandaran Banjar, bahkan cenderung mengecil dan berbelok-belok. Perlu sedikit kesabaran dan kehati-hatian, meski untungnya jalan beraspal dengan kondisi cukup baik.

Kesabaran kami pun akhirnya terbalaskan saat keindahan Pantai Karang Nini mulai terlihat sejak kami memasuki area parkir. Di pelataran parkir ini suasana teduh berbalut kesejukan yang dihembuskan angin pantai langsung kami rasakan. Begitu banyak pepohonan jati yang menjulang tinggi merindangi pinggiran pantai itu. Suasana itu juga tampaknya dirasakan para pengunjung lainnya dengan asyik berteduh di bawah rindangnya pepohonan jati, sambil mendengarkan deburan ombak yang dibawa tiupan angin.

Tidak hanya itu saja, pada beberapa bagian jalan, kami disuguhi panorama pantai di kejauhan dengan latar belakang Sagara Anakan (muara Sungai Citanduy yang berujung di Pulau Nusakambangan). Sungguh sebuah pemandangan yang tak terlupakan. Apalagi kami datang di saat yang tepat, ketika cuaca cerah dengan lukisan langit yang begitu indah.

Satu ciri khas yang menjadi daya tarik Pantai Karang Nini adalah adanya dua buah batu karang yang sangat melegenda, yakni Karang Nini dan Bale Kambang. Selain bentuknya yang unik, kedua batu karang tersebut berbalut kisah yang memesonakan. Kisah kasih dua sejoli antara seorang nenek dan kakek yang berubah wujud menjadi batu sebagai simbol kuatnya tali cinta mereka. Dengan adanya kisah ini pula daya magis Pantai Karang Nini begitu kentara.

Selain fenomena dua batu karang tadi, obyek wana wisata ini juga menawarkan pemandangan yang luar biasa indah. Pengunjung dapat menyaksikan berbagai jenis potensi obyek dan daya tarik wisata lainnya, seperti: Pantai Perelek yang merupakan hamparan terumbu karang yang ditumbuhi oleh biota laut sebagai sarana bagi Pendidikan dan penelitian Biota Laut serta kegiatan menyelam ataupun Snorkelling;  Hutan Pantai dengan formasi Baringtonia yang merupakan hamparan hutan pantai yang didominasi oleh tumbuhan jenis Butun (Baringtonia asiatica), Nyamplung (Callophylum innophylum), Pandan Laut (Pandanus tectorius), Waru Laut (Hibiscus tilliceus).

Berikutnya adalah  Vegetasi Pes-Caprae, merupakan formasi vegetasi yang khas pada pesisir/pantai berpasir yang didominasi oleh tumbuhan Kangkung laut (Ipomoea pescaprae); (4) Hutan Tanaman Jati, di mana para wisatawan bisa mengamati atau mengobservasi mengenali jenis tumbuhan Jati dan Mahoni. Bahkan wisatawan bisa mengamati bagaimana proses kegiatan Pengelolaan Hutan Tanaman Jati (teak plantation forest management), mulai dari kegiatan persemaian, tanaman, pemeliharaan hutan hingga kegiatan produksi/tebangan.

Adapun jenis fauna yang sering dijumpai antara lain Kera (Macacca fascicularis) dan Lutung (Trachipytecus auratus sondaicus). Sedangkan satwa lain yang terdapat di kawasan wisata Karang Nini di antaranya Landak (Hystrix bracyura), Trenggiling (Manis javanica), Kancil (Tragulus javanicus), Ayam Hutan (Gallus.g.varius), Burung Tulumtumpuk (Megalaema javensis), Burung Raja Udang (Halcyon spp), Ular Sanca (Phyton molurus), dan lain sebagainya.

Aura magis semakin terasa kental saat kita berkunjung ke sejumlah makam. Masyarakat meyakini di sejumlah makam inilah disemayamkan para karuhun yang memiliki kedekatakan dengan mereka. Bagi yang senang berwisata ziarah, setelah datang kepada Juru Kunci atau Kuncen terlebih dahulu, Anda dapat berkunjung ke Situs Budaya Cikabuyutan di mana di dalamnya terdapat makam Eyang Anggasinga Wencana dan Mahapatih Bagaspati.

Di obyek wana wisata ini pengunjung juga dapat menikmati sejuknya aliran mata air Sumur Tujuh. Kokon, menurut kabar dari masyarakat setempat, air dari mata air Sumur Tujuh itu bisa membuat orang awet muda serta menyembuhkan berbagai penyakit. Terdapat juga aquarium alam di muara Cipangbokongan yang sangat menarik di saat air laut surut. Para pengunjung dapat melihat berbagai jenis ikan hias yang terjebak di relung-relung terumbu. Dan pengunjung juga dapat meneropong pulau Nusa Kambangan di sebelah timur dan cagar alam Pananjung di sebelah selatan, dari menara pandang.

Di sini para pengunjung juga dapat menemukan gua-gua alam yang terhampar di sepanjang wana wisata ini. Sejumlah gua tersebut antara lain Gua Dompet, Gua Panjang, Gua Parat dan Gua Pendek. Setiap gua, konon, menyimpan beragam kisah mistis yang menawarkan sensasi misteri. Bahkan, konon, Gua Panjang merupakan jalan tembus menuju Kasunanan Cirebon. Sebuah polesan kisah yang memperkaya khazanah budaya nusantara.

 

Jogging Track di Rerimbunan Alam Liar
Beragam cara dapat dilakukan untuk menikmati Pantai Karang Nini. Obyek wana wisata yang dikelola Perum Perhutani KPH Ciamis ini menawarkan berbagai fasilitas yang dapat dinikmati. Di sini sedikitnya terdapat 5 pemondokan wisata dengan arsitektur khas Sunda. Bagi pengunjung yang datang berkelompok disediakan juga saung pertemuan Bale Rancage yang dapat digunakan sebagai tempat menggelar beragam acara.

Sejatinya, sangat disayangkan jika berkunjung ke wana wisata ini hanya sesaat. Dengan menyewa pemondokan yang tersedia, DUTA RIMBA sengaja bermalam untuk lebih menikmati pesona Pantai Karang Nini. Sembari menyaksikan sunset yang tenggelam di permukaan laut, DUTA RIMBA menyusuri pantai. Pilihannya adalah jogging track di antara rerimbunan pohon jati, mahoni, angsana, ketapang, keben, johar, dan jenis lainnya di pinggir pantai.

Suasana sore kali ini memang sangat berkesan. Didukung cuaca yang cerah, DUTA RIMBA mengabadikan sejumlah pesona alam yang tersaji. Terlebih lagi saat pantai Nusa Kambangan dibidik melalui menara pandang. Sebuah pengalaman eksotisme yang tak terlupakan.

dapat pula memaksimalkan penjelajahan obyek wana wisata ini dengan Trekking, yaitu melakukan penjelajahan hutan dan pantai hingga ke terowongan tempo dulu Wilhelmina Tunnel sepanjang 1.200 meter. Untuk berwisata di malam hari, pengunjung dapat pula memanfaatkan aktifitas wisata menginap dengan Camping dan Pondok Wisata.

Pantai Karang Nini tak bisa lepas dari kisah percintaan dua insan. Wujud dua buah batu yang saling berhadapan di pantai ini mengisyaratkan adanya peristiwa tersebut. Paling tidak, demikianlah riwayat yang berkembang di masyarakat.

Alkisah, pada zaman dahulu di kampung Karang Tanjung tinggal lah sepasang kakek dan nenek sakti yang bernama Ambu Kolot dan Aki Arga Piara. Sejak kali pertama bertemu hingga umur serenta itu keduanya hidup sangat bahagia. Meski tak dikaruniai anak, namun cinta kasih keduanya tak pernah luntur. Tampaknya, keduanya memang jodoh sejati yang pertemukan.

Aki Arga Piara memiliki kegemaran memancing ikan di laut. Suatu pagi, seperti biasanya, Si Aki pergi memancing. Si Nini yang melihat cuaca yang kurang baik berusaha melarangnya pergi. Tetapi Ki Angga Piara bersikeras tetap pergi mengingat persediaan bahan makanan di rumah hampir habis. Beberapa kali kekhawatiran Si Nini disampaikan pada suaminya tetapi tetap saja Si Aki keukeuh pergi. Walau dengan berat hati, akhirnya Si Nini harus rela membiarkan suaminya pergi.

Waktu terus berjalan dengan cuaca yang semakin memburuk. Awan hitam menyelimuti langit, angin bertiup semakin kencang dengan petir yang saling menyambar. Tidak berapa lama hujan pun turun dengan derasnya. Si Nini yang sendirian di rumah semakin was-was. Dia gelisah dan bingung tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam kepasrahan ia terus memikirkan nasib apa yang sedang menimpa suaminya.

Sementara itu, Ki Angga Piara yang berada di tengah lautan menyesali sikapnya. Ia menyesal karena tidak mau menggubris nasihat istrinya. Perahu yang dinaikinya terombang-ambing oleh gulungan ombak yang kian lama kian dahsyat. Badai pun datang. Akhirnya perahu yang ditumpangi Si Aki pun hancur diserang badai hingga ia terpental dan tenggelam ditelan ombak yang begitu besar dan berpusar-pusar.

Hujan dan badai tak juga berhenti, meski hari telah berganti malam. Bahkan hingga keesokan harinya. Barulah menjelang siang, hujan dan badai mereda dengan menyisakan keporak-porandaan di sepanjang pantai. Begitu pun dengan kondisi Si Nini. Hujan dan badai menyisakan kepingan-kepingan kecemasan yang menderanya sejak satu hari lalu.

Hari merembang petang saat matahari mulai manaiki peraduannya di ufuk barat. Namun, Si Aki tak kunjung pulang. Kecemasan semakin mencabik-cabik hati Si Nini. Kecemasan membuat dirinya gusar karena khawatir terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan menimpa diri si Aki. Tanpa pikir panjang, Si Nini pun mencari suaminya. Ditelusurinya sepanjang pantai seraya memanggil-manggil nama Si Aki. Suaranya yang parau harus berlomba menembus pekikan suara deburan ombak.

Namun, hingga hari berganti malam, kemalangan lah yang menimpa Si Nini. Aki Arga Piara tak juga berhasi ia temukan. Begitu pun dengan para penduduk yang turut membantu upaya pencarian. Mereka putus asa hingga kembali pulang ke rumahnya masing-masing.

Kini tinggal lah Si Nini di tepi pantai. Ia meratapi hilangnya sang suami. Akhirnya, demi menemukan Si Aki, dengan segenap kesaktiannya ia pun bersemadi memohon kepada sang penguasa laut selatan, Nyi Ratu Laut Kidul, agar bisa dipertemukan dengan Si Aki bagaimana pun keadaannya.

Permohonannya terkabul. Tidak berapa lama kemudian menjelma lah di hadapan si Nini sebuah batu karang dalam keadaan mengambang, sebagai perwujudan dari jasad Si Aki. Inilah batu yang saat ini dikenal sebagai Bale Kambang. Konon kabarnya, jika kita berdiri di atas batu karang tersebut, ia seolah-olah bergoyang.

Didorong oleh keinginan untuk membuktikan cinta kasih dan kesetiaannya, Si Nini kembali bersemadi memohon kepada Nyi Ratu Laut Kidul agar dirinya dijelmakan seperti Si Aki. Dan, akhirnya Si Nini pun menjelma menjadi batu karang yang menghadap laut ke arah Bale Kambang. Inilah Karang Nini, sebuah simbol cinta kasih dan kesetiaan dua insan sepanjang masa..

 

READ MORE

Citumang Pangandaran

Citumang Pangandaran

Obyek wisata alam Citumang merupakan obyek wisata yang memiliki daya tarik khusus, yaitu sungai Citumang yang mengalir membelah hutan jati dengan airnya yang bening kebiruan. Tepian sungai yang terdiri dari ornamen batu-batu padas dengan relung dalam dihiasi relief alam dan aliran sungai yang menembus ke dalam goa. Keheningan alam akan Anda jumpai disini. Musik alami berupa gemercik air sungai, bisikan angin sepoi yang menyelinap di antara pepohonan dan suara satwahutan yang tak pernah sepi. Obyek wisata ini terletak di Desa Bojong Kecamatan Parigi Ciamis, berjarang lebihJalan menuju lokasi kurang 15 km dari Pangandaran ke arah barat. Atau sekitar 4 km dari jalan raya Pangandaran – Cijulang. Jarak seluruhnya dari kota Ciamis sekitar 95 km.

Dapat dicapai dengan kendaraan umum jurusan Cijulang, dilanjutkan dengan kendaraan ojeg, disambung dengan jalan kaki menelusuri tepi sungai dan kebun pendudukan sepanjang 500 meter.

Sisi lain CitumangSetelah melewati pintu masuk, kurang lebih 300 meter perjalanan yang harus Anda tempuh menuju titik tujuan. Sambil berjalan menuruh lokasi, perlu Anda ketahui bahwa nama Citumang berasal dari legenda tentang seekor buaya buntung, Si Tumang. Begitu kuatnya kepercayaan penduduk akan kehadirna buaya buntung tersebut sehingga sampai sekarang meninggalkan nama yang melekat kuat menjadi nama sungai. Versi lain kisah Citumang, berasal dari Cai (Bhs. Sunda = air) yang numpang (cai numpang) yang berkaitan dengan adalah air sungai yang mengalir di bawah tanah. Kata cai numpang ini seiringAir yang bening menanti Andaperjalanan waktu lama-lama berubah menjadi Citumang.

Ketika Anda jumpai sungai yang rimbun dengan pohon di tiap sisinya, lanjutkan perjalanan Anda agak ke hulu, karena di sanalah bening dan sejuknya air dapat segera Anda nikmati.Tibalah kita di tempat tujuan. Aliran air yang mengalir menanti Anda untuk segera turun menikmati bening dan sejuknya air.

Pada kedalaman tertentu Anda dapat menikmatinya dengan mandi dan berenang. Lima ratus meter dari lokasi pamandian ke arah hulu, dijumpai pesona alam berupa aliran sungai Citumang yang masuk ke dalam perut bumi dan keluar lagi di arah hilir. Aliran sungai yang masuk ke dalam goa ini diberi nama Goa Taringgul yang kemudian diberikan nama baru sebagai Sanghyang Tikoro (Batara Tenggorokan).

Menikmati Citumang, tidak sekedar mandi dan berenang seperti yang selama ini banyak dilakukan wisatawan asing, tapi dapat AndaAir keluar dari Sanghyang Tikorolakukan kegiatan lainnya seperti: menikmati suasana sepanjang sungai, petualangan ke dalam goa dan menikmati privacy di tengah alam yang asli, sejuk dan eksotis.

Tips Ketika Berkunjung ke Citumah 

Sekedar kontribusi mengenai salah satu tempat yang asik buat Hunting Foto di Pantai Selatan Jawa Barat. Adalah Citumang nama desa kecil yang terletak disebelah barat laut desa Pangandaran Kabupaten Ciamis. Bagi anda yang punya GPS, masukan koordinat ini untuk membimbing anda menuju lokasi Citumang, S 07˚ 38.674� E 108˚ 32.090�.

Rencanakan perjalanan anda 3H/2M agar acara hunting anda optimal dan tidak terlalu melelahkan. Waktu terbaik untuk menuju lokasi ini adalah musim kemarau, pada musim hujan biasanya langit selalu mendung, juga perjalanan ke lokasi yang basah dan licin.

Di Hari Pertama, arahkan kendaraan anda menuju ke Pangandaran yang tentu saja sudah tak asing lagi bagi anda. Berbagai jenis akomodasi bertebaran di saentero Pangandaran, saya rasa anda tidak akan kesulitan untuk mencari akomodasi ditempat ini.

Hari kedua, Berangkatlah pagi hari setelah sarapan pagi, jangan lupa bawa perbekalan untuk makan siang, karena di Citumang tidak ada Restaurant. Belilah juga air minum secukupnya, karena tidak ada warung di lokasi. Arahkan kendaraan anda kearah timur keluar kota Pangandaran menuju arah Parigi. Sekitar 15 km dari Pangandaran anda akan menjumpai petunjuk jalan kearah kanan yang menunjukan jalan ke Parigi. Harap diingat !, pelankan laju kendaraan anda setelah melewati SPBU, karena tanda penunjuk jalan dan jalan masuknya cukup kecil.

Memasuki jalan kecil menuju ke Citumang, anda bisa mencari objek-objek landscape dan human interest. Hamparan sawah, sungai, hutan, semuanya kumplit ada disini. Mau bikin foto refleksi air wah juga bisa, namun harus menunggu waktu sampai agak senja. Jalan kecil ini panjangnya kurang lebih 15 km, ditempuh kurang lebih 1 jam karena ada sebagian ruas jalannya agak buruk. Meskipun jalan ini agak buruk, kendaraan jenis Sedan masih bisa masuk meski agak riskan.

Setibanya di ujung jalan (buntu), parkirkan kendaraan anda, laporlah pada masyarakat setempat, berjalanlah kearah jembatan, bila anda belum pernah ke lokasi air terjun, sewa lah seorang guide untuk mengantarkan anda ke lokasi. Guide biasanya dibayar sukarela, tergantung kerelaan anda. Jarak jalan setapak dari lokasi parkir ke curug citumang kurang lebih 800m jalan kaki. Anda akan melintasi ladang, bukit2 kecil, untuk mencapai lokasi. Setibanya di airterjun, anda bisa renang, lompat indah dari akar-akar pohon yang tumbuh di langit-langit goa setinggi 5 meter. Air disini sangatlah segar, hati-hati batu-batunya agak licin. Setelah puas menikmati pemandangan citumang, jangan lupa lewat pantai barat bulak laut untuk mengabadikan sunset di pantai tsb.

Hari ketiga, Sempatkan makan di pasar ikan Pangandaran untuk hidangan seafood yang murah meriah sebelum pulang kembali ke kota anda.

READ MORE