Skip to Content

Category Archives: Lain-lain

Situ Patenggang

Situ Patenggang

Nama Situ Patenggang berasal dari bahasa Sunda yaitu ‘situ’ yang berarti danau, dan ‘pateangan-teangan’ yang berarti saling mencari. Ada sebuah mitos tentang Situ Patenggang yang menceritakan tentang cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis yang terpisah sangat lama. Karena cinta mereka yang sangat dalam, mereka berdua saling mencari sampai pada akhirnya bertemu di suatu tempat yang sekarang disebut sebagai ‘Batu Cinta’. Setelah bertemu kembali, Dewi Rengganis meminta dibuatkan danau dan perahu supaya mereka dapat berlayar bersama.

Saat ini, perahu tersebut dianggap telah berubah menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati bernama Pulau Asmara atau sering disebut Pulau Sasaka. Menurut cerita rakyat setempat, pasangan yang datang ke batu cinta dan pergi berkeliling pulau asmara akan mempunyai cinta yang abadi.

Fasilitas yang ada di Situ Patenggang

Situ Patenggang dikelola sebagai tempat wisata, oleh karena itu tentu saja tempat ini mempunyai sarana wisata yang mencukupi, di antaranya:

  1. Gazebo
  2. Toilet
  3. Mushola
  4. Penginapan
  5. Area parkir
  6. Penyewaan perahu
  7. Sepeda air
  8. Toko buah
  9. Toko souvenir
  10. Rumah makan
  11. Perahu angsa

 

Kegiatan wisata di Situ Patenggang

Selain berkeliling di tepi danau dan menikmati keindahan alam yang asri, Anda juga dapat melakukan kegiatan wisata berikut:

  1. Memancing
  2. Bermain sepeda air
  3. Mengelilingi danau dengan perahu warna-warni
  4. Piknik di pinggir danau
  5. Berjalan-jalan di kebun teh
  6. Mengunjungi batu cinta
  7. Mengelilingi Pulau Asmara

Lokasi Situ Patenggang

Tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap akhir pekan ini berada di Ciwidey, Bandung Selatan, Jawa Barat. Danau yang berlokasi dekat dengan Kawah Putih ini dapat dicapai dengan lama perjalanan sekitar 2 jam dari kota Bandung. Biasanya wisatawan akan mengunjungi kedua tempat ini sekaligus karena hanya berjarak sekitar 10 menit.

 

Cara menuju Situ Patenggang

Sama dengan ketika Anda ingin berkunjung ke Kawah Putih Ciwidey, untuk dapat mencapai danau paling terkenal di Bandung ini Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi dengan rute perjalanan dari Jakarta menggunakan tol ke Bandung kemudian keluar dari pintu tol Kopo dan mengarah ke: Soreang – Ciwidey – Situ Patenggang.

Bila Anda ingin menggunakan kendaraan umum maka Anda dapat naik kendaraan umum dari Terminal Leuwi Panjang Bandung yang menuju ke Terminal Ciwidey. Setelah sampai di Terminal Ciwidey, Anda dapat menggunakan angkot yang mengarah ke Situ Patenggang.

Harga tiket masuk Situ Patenggang

Untuk dapat masuk ke kawasan wisata ini, Anda harus membayar tiket masuk dengan harga per orang:

  1. Wisatawan lokal: 15.000 Rupiah
  2. Wisatawan asing: 50.000 Rupiah

Untuk kendaraan, tarif masuknya adalah:

  1. Motor: 3.500 Rupiah
  2. Mobil: 11.500 Rupiah
  3. Bus: 22.000 Rupiah

 

Tarif lain-lain:

  1. Penyewaan perahu per perahu: 150.000 Rupiah
  2. Penyewaan perahu per orang: 15.000 Rupiah
  3. Perahu angsa: 40.000 Rupiah
  4. Penyewaan tikar: 10.000 Rupiah
  5. Penginapan: 600.000 Rupiah

Harga tersebut dapat berubah tergantung waktu kunjungan (akhir pekan atau hari kerja) dan kegiatan tawar menawar harga.

READ MORE

Saung Aknglung Udjo

Saung Aknglung Udjo

Berwisata ke Bandung tak hanya sekedar wisata alam, berbelanja, maupun kuliner. Saatnya Anda menambah rasa cinta akan budaya kebanggaan Indonesia dan dunia di Saung Angklung Udjo. Sebuah lokasi wisata yang pantas dan tepat dimana tarian tradisional dan permainan angklung membaur dalam suasana riang gembira.

Saung Angklung Udjo berlokasi di Jalan Padasuka 118 Bandung merupakan sanggar seni, laboratorium pendidikan, sekaligus sebagai obyek wisata budaya Sunda khas Jawa Barat. Saung Angklung Udjo dapat diibaratkan oase kebudayaan di tengah perkampungan padat, di atas tanah seluas 1,2 hektar. Telah 42 negara yang mengenalkan permainan angklung ini, bahkan di Korea Selatan angklung telah dikenalkan sejak masih Sekolah Dasar.

Di Saung Angklung Udjo, kesenian angklung dikemas dengan sangat menarik oleh Udjo Ngalagena (alm) yang akrab dengan panggilan Mang Udjo dan isterinya, Uum Sumiati. Mang Udjo dikenal sebagai pembuat angklung sejak tahun 1966. Udjo Ngalagena bersama istrinya belajar pada Daeng Soetigna mendirikan padepokan seni Saung Angklung Udjo, Sundanese Art & Bamboo Craft Center pada awal tahun 1967. Saung Angklung Mang Udjo berusaha mewujudkan cita-cita dan harapan mendiang Mang Udjo yang atas kiprahnya mengenalkan musik Angklung hingga dijuluki sebagai Legenda Angklung.

Angklung merupakan instrumen musik tradisional yang terbuat dari bambu dan pengembangan dari instrumen Calung yaitu tabung bambu yang dipukul, sedangkan angklung merupakan tabung bambu yang digoyang, menghasilkan hanya satu nada untuk setiap instrumennya. Pada awalnya angklung hanya bernada pentatonis (da mi na ti la). Dibutuhkan puluhan orang untuk memainkan angklung agar terdengar harmonis. Kini dengan teknik tertentu bisa dimainkan oleh beberapa orang saja. Tahun 1938 Daeng Soetigna memodifikasi suara angklung menjadi diatonis (do re me fa so la ti). Sejak saat itu angklung mulai dikenal secara internasional hingga pernah ditampilkan dalam acara Konferensi Asia-Afrika, Bandung 1955. Angklung kini lebih sering ditampilkan dalam bentuk orchestra dan semakin banyak dibina di sekolah.

Saung Angklung Udjo merupakan sepenggal kisah bagaimana kekayaan budaya lokal masih dapat bertahan dan barakulturasi dengan desakan arus globalisasi. Di sinilah Anda dapat merasakan kesegaran alam, kicauan burung dan kegembiraan anak-anak dalam pementasan budaya Sunda.

Kegiatan

Anda harus merasakan suara Angklung digoyang dengan tangan Anda sendiri karena alat musik ini khas dan menyimpan pesona kemolekan bentuknya dan irama. Saat Anda gerakan maka angklung menebar berjuta harmoni yang menyatu dalam suasana riang. Alunan Rumpun Bambu Saung Angklung Udjo adalah sketsa keindahan bumi Tatar Sunda.

Tiket masuk SAU seharga Rp60.000,00 (turis domestik) dan Rp100.000,00 (turis mancanegara). Harga itu sudah termasuk souvenir berupa kalung berbandul angklung, brosur dan minuman gratis. Pertunjukan Bambu Petang merupakan sebuah mahakarya Udjo Ngalagena yang masih dapat kita apresiasi hingga kini, dipentaskan setiap hari mulai pukul 15.30 wib. Pertunjukan ini merupakan pagelaran apik dari budaya tradisi Sunda.

Sebelumnya Anda dapat berkeliling SAU. Di bagian belakang panggung terdapat semacam gudang tempat menyimpan angklung. Anda dapat melihat persiapan pementasan angklung dimana seorang ibu sedang mendandani anak-anak kecil mengenakan kebaya. Keceriaan anak-anak adalah ruh Saung Angklung Udjo. Sejak tahun 1966 proses regenerasi seni tradisi dilakukan dengan cara bermain sambil belajar. Di setiap sudut, senyuman dan sapaan anak-anak akan menemani Anda berkenalan dengan budaya khas Sunda.

Saat suara angklung bersautan maka telinga Anda tidak akan asing mendengarnya karena lagu yang dimainkan cukup familiar. Yang mengejutkan bisa jadi para pemainnya adalah orang asing dari berbagai negara yang sedang berlajar budaya Sunda.

Acara pembuka pertunjukan bambu biasanya petang hari pukul 15.30 dan dimulai dengan demonstrasi wayang golek yang menyampaikan pesan-pesan moral agar manusia patuh pada Pencipta dan berbuat baik pada sesama. Berikutnya pertunjukan tarian kuda lumping oleh anak kecil laki-laki yang diuruti dengan permainan angklung murid-murid SAU. Dilanjutkan pertunjukan arumba yaitu gabungan permainan arumba, kulintang dan angklung oleh remaja. Berturut-turut atraksi berikutnya adalah pencak silat dan angklung mini. Dalam pertunjukan angklung mini Anda akan diajak bernyanyi bersama diiringi permainan angklung anak-anak yang usianya di bawah 8 tahun.

Anda pun akan diajari bagaimana caranya bermain angklung dimana masing-masing pengunjung dibagikan angklung yang ada nomor nada. Setelah bermain angklung bersama Anda disuguhkan atraksi angklung orkestra diakhiri menari bersama diiringi permainan angklung.

Suasana ramah, tempat dengan aura seni yang kental, suara angklung, riuh tepuk tangan, semua melengkapi kebahagiaan Anda berada di tempat ini. Gemerisik daun bambu menyapa telinga, mulai dari gerbang hingga pojok paling belakang; bambu dan bambu. Udara segar menghantar kita untuk merasakan suasana tradisi, menikmati alam dan keragaman jenis pohon bambu.

Pagelaran Angklung Khusus yang dibuat Daeng Soetigna (Alm) memiliki sifat 5 M; Mudah, Murah, Mendidik, Menarik dan Masal. Juga jangan lupakan 3 hal pokok dari angklung yaitu konsentrasi, sinergi dan harmoni. Sepulang dari tempat ini maka Anda akan menerima pesan dari Bapak Angklung Dunia, Daeng Soetigna (Alm), untuk meneruskan misinya memperkenalkan Angklung ke semua orang di seluruh dunia agar dikenal di mana-mana, dengan sebuah gagasan bahwa melalui penampilan kesenian musik Angklung akan dapat membantu mendorong terciptanya perdamaian di dunia.

Amati pula di sini terdapat tempat produksi angklung sebagai pusat produksi angklung di Indonesia. SAU merupakan tempat untuk melihat dan belajar bagaimana sebatang bambu menjadi melodi yang merdu. Kenali dan ketahui proses khasanah kearifan lokal sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya tradisi local.

READ MORE

Rumah Mode Bandung

Rumah Mode Bandung

Bandung memang layak disebut sebagai kota mode Indonesia karena masyarakatnya yang melek mode. Setiap tren mode yang tengah booming dan ramai dibicarakan tersedia di Bandung. Mulai dari mode kelas dunia yang kerap dipakai artis-artis Hollywood, sampai  mode yang sedang nge-trend di kalangan artis-artis nasional dan lokal. Bandung memang selalu gemerlap dengan trend mode yang tak pernah ketinggalan zaman.

Oleh sebab itu, jika Anda berniat atau bahkan sedang berada di Bandung, mampir ke pusat-pusat mode Kota Kembang adalah hal yang mesti dilakukan jika tak ingin disebut tak bermode atau kampungan. Salah satu lokasi yang bisa Anda tuju ialah Rumah Mode Bandung yang bukan hanya menyediakan pakaian dengan tren kekinian, namun dari sisi bangunan juga berbeda dengan suasana pusat pebelanjaan lainnya.

Factory Outlet Rumah Mode Bandung didesain secara khusus dengan menampilkan suasana perbelanjaan yang nyaman, asri dan sangat happy. Karena hal itulah, tak heran jika tempat ini kini sedang ngetren banget dikalangan fashionista Kota Bandung. Yang unik dari tempat ini ialah bentuk bangunannya yang tak seperti gedung-gedung tempat perbelanjaan lain yang menjulang, namun lebih ramah dan “membumi” layaknya sebuah rumah dengan hiasan taman didepannya yang luas lengkap dengan air mancurnya.

Factory outlet ini memiliki konsep one stop shopping dimana dalam satu tempat bisa menyediakan aneka macam busana atau pakaian yang sedang tren-trennya. Selain mode terbaru dari pakaian, tas, sepatu, dan berbagai kelengkapan lainnya juga dilengkapi dengan café untuk bersantai atau kongkow bareng keluarga, sahabat maupun teman selepas berbelanja.

Untuk masalah harga jangan terlalu risau. Dijamin tak ada perbedaan harga yang mencolok dengan tempat lainnya. Paling ada beberapa item saja yang harganya lebih mahal sedikit itupun dengan kualitas yang terbaik.

 

Lokasi

Rumah Mode ini berada di Jalan Setiabudi No. 41 Bandung. Lokasinya sangat strategis dan mudah sekali untuk dijangkau.

Selamat Berkunjung!

READ MORE

Paskal Food Market

Paskal Food Market

Di sinilah pengunjung bisa menemukan ratusan jenis makan dan varian yang sangat lengkap dan mempunyai cita rasa yang begitu menggoda selera. Ruangnya sangat besar bersifat semi outdoor yang dilengkapi dengan tenda, kursi dan meja makan dan aneka tanaman hias lengkap dengan air mancur berukuran besar. Suasananya hampir mirip dengan taman yang terlihat begitu alami dan asri.

Mulai dari masakan tradisional Sunda, makanan khas Indonesia hingga Asia dan Western semua tersedia lengkap di tempat makan enak di Bandung ini. Harganya, dijamin tak akan menguras isi kantong atau dompet alias murah.

Konsep Food Court Paskal Food Market

Sistem pesanan menunya juga mirip dengan food court. Begitu masuk pengunjung bisa melihat-lihat jejeran tenant atau counter yang menjajakan menu-menu berlainan. Setelah memilih menu, akan dikasih nota yang kemudian harus dibayar di kasir. Setelah itu tinggal menunggu pesanan di meja makan. Begitu menu masakannya datang nota atau bukti pembayarang dikasihkan pada pelayan.

Iga Bakar dan Es Buah Yoghurt

Diantara sekian banyak menu yang tersedia, ada beberapa makanan serta minuman yang pantas untuk dicoba kenikmatan dan kelezatannya. Salah satunya yaitu Iga Bakar Sapi yang ditawarkan oleh tenant Iga Bakar si Jangkung.

Meski berupa iga bakar, namun saat disajikan tampilannya hampir mirip dengan sate yang sudah terlepas dari tusukannya. Menu ini dihidangkan bersama tomat, cabe rawit, irisan bawang merah dan cabe rawit. Tempat menyajikannya berupa piring tanah liat yang dipanaskan.

Dagingnya berukuran besar namun tetap empuk dan terasa manis. Bumbunya bisa masuk semua hingga ke serat bagian paling dalam. Tapi perlu diperhatikan, setelah disajikan sebaiknya menu ini jangan langsung disantap. Tunggu beberapa saat hingga letupan minyaknya hilang dan sudah terlihat dingin dagingnya.

Es Buah Yoghurt

Untuk minumannya silahkan memilih es buah yoghurt tenant My Juice. Minuman ini dimasukan dalam gelas plastik dan terdiri dari buah melon, mangga, apel, semangka, jambu biji serta tidak ketinggalan yoghurt rasa strawberry. Selain dua menu tersebut masih banyak menu lain di tempat makan enak di Bandung ini. Semua bisa dicoba dan dinikmati kelezatannya.

READ MORE

Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha

Ingin mengajak anak Anda melihat langsung keindahan bintang dan bulan di angkasa? Cobalah datang ke Observatorium Bosscha yang berada di Lembang, Bandung, Jawa Barat.

Meski sudah berusia 87 tahun, bangunan Observatorium Bosscha yang berbentuk kubah itu masih terlihat kokoh. Lewat teropong yang berada di dalam gedung itu, pada hari dan jam tertentu kita dapat menyaksikan langsung pesona benda-benda angkasa.

Yang paling harus diperhatikan saat berniat mengunjungi Boschaa bersama keluarga atau anak-anak adalah mengetahui betul tentang peraturan bagaimana bisa berkunjung ke dalam gedung Bosscha.

Jangan sampai sudah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, ternyata sampai sana tutup atau tidak boleh masuk karena bukan termasuk kunjungan rombongan yang telah mengantungi izin resmi dari Bosscha.

Penting untuk diketahui bahwa Di Observatorium Bosscha terdapat 2 jenis kunjungan yaitu Kunjungan Siang & Kunjungan Malam. Dan pada setiap sesi kunjungan, Observatorium Bosscha bisa menampung sampai 200 orang.

KUNJUNGAN SIANG

Kunjungan siang untuk hari Selasa sampai Jumat hanya diperkenankan untuk kunjungan rombongan sekolah/universitas/instansi dengan minimal 25 orang peserta yang sebelumnya sudah melakukan perjanjian dengan pihak Bosscha.

Namun, bila kita sebagai perorangan atau keluarga datang pada Selasa s/d Jumat pas kebetulan ada kunjungan rombongan lain dan belum mencapai 200 orang, kemungkinan besar kita dapat ikut bergabung.

Tapi sebaiknya bila bersama anak-anak atau keluarga datanglah pada hari Sabtu karena belum tentu ada kunjungan rombongan setiap harinya dan pada Sabtu hari tersebut memang dialokasikan oleh Bosscha Observatorium untuk kunjungan personal atau keluarga.

Di program kunjungan siang pada hari Sabtu ini, pengunjung perorangan atau keluarga dapat melihat cara kerja teleskop Zeiss (tidak meneropong) dan mendapat informasi astronomi di ruang multimedia, mengamati matahari dengan Real Time Solar Telescope melalui gambar proyeksi, tidak meneropong satu-satu.

Kunjungan per sesi dilakukan selama 1 jam dengan pembagian 15 menit pertama adalah penjelasan di kelas dan 45 menit selanjutnya dilakukan tour Teleskop Zeiss.

Teleskop Zeiss merupakan teleskop terbesar yang berada di Observatorium Bosscha, dari keseluruhan jumlah 5 teleskop besar. Berada di dalam gedung kubah Observatorium Bosscha, seorang asisten secara langsung menjelaskan bahwa Teleskop Zeiss ini ini merupakan teleskop terbesar dan tertua di Observatorium Bosscha, dengan usia lebih dari 80 tahun.

Mempunyai 2 lensa objektif dengan diameter masing-masing lensa 60 cm, dengan titik api atau fokusnya adalah 10,7 meter, teleskop ini biasa digunakan untuk mengamati bintang ganda visual, mengukur fotometri gerhana bintang, mengamati citra kawah bulan, mengamati planet, mengamati oposisi planet Mars, Saturnus, Jupiter, dan untuk mengamati citra detail komet terang serta benda langit lainnya.

Sampai sejauh ini, teleskop ini masih berfungsi dengan baik berkat perawatan dan pengecekan secara kontinyu yang dilakukan pada Hari Senin setiap minggunya (karena itu hari Senin, Observatorium Boschaa tutup).

Biaya kunjungan siang untuk rombongan ke Observatorium Bosscha ini adalah Rp. 7.500/orang,- (di catat pada tahun 2013)

Namun rasanya sayang sekali bila mengunjungi Observatorium Bosscha pada siang hari sehingga tidak terdapat jadwal melakukan peneropongan bintang. Oleh karena itu, kita bisa memilih untuk datang pada kunjungan malam.

 

Jadwal KUNJUNGAN SIANG Observatorium Bosscha:

 

Senin: TUTUP (hari perawatan TELESKOP)

Selasa – Kamis (khusus rombongan sekolah/institusi)

Sesi I : 09.00

Sesi II : 11.00

Sesi III : 13.00

 

Jumat (khusus rombongan sekolah/institusi)

Sesi I : 09.00

Sesi II : 13.00

 

Sabtu (khusus keluarga/perorangan)

Sesi I : 09.00

Sesi II : 11.00

Sesi III : 13.00

 

READ MORE